Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bank Tabungan Negara, dibutuhkan Physical Evidence atau Bukti fisik yang bertujuan untuk mencapai kepuasan nasabah. Oleh karena itu strategi BTN salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas exelent berupa kenyamanan.meliputi lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.
Unsur – unsur bukti fisik pada bank BTN diberikan antara lain :
1. Lingkungan fisik ( servicecape )
Lingkungan fisik yang di miliki oleh BTN adalah sebagai berikut:
a) Lingkungan eksterior
Fasilitas – fasilitas yang termasuk ke dalam lingkungan eksterior pada PT. BTN adalah:
a. Signage
Gambar a.1 Pemasangan baliho Bank BTN
Pemasangan baliho ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat dan mengetahui lokasi BTN,dan dijadikan sebagai identitas BTN.
Gambar a.2 billboard Bank BTN
Pemasangan billboard sebagai media promosi. Ini bertujuan agar masyarakat dapat tertarik dengan produk dan fasilitas yang disediakan oleh BTN
b. Area Parkir
Gambar b.1 Area parkir Bank BTN yang umumnya selalu ada didepan gedung Bank BTN.
Fasilitas area parkir BTN terletak didepan karena untuk mempermudah nasabah dalam memarkir kendaraanya. Jadi nasabah tidak perlu berputar-putar kebelakang.
c. Landscape
Gambar c.1 Landscape Bank BTN
Landscape ini bertujuan untuk memperindah dan memberikan kenyamanan.
d. Gedung PT. Bank Tabungan Negara
Gambar d.1 gedung Bank BTN Kantor Cabang dan Kantor Pusat.
Bangunan BTN memiliki ciri khas yang samapada setiap bangunan didepanya, yaitu pilar berbentuk Segilima yang merupakan logo dari BTN yang memiliki filosofi rumah lebah.
e. Logo
Gambar e.1 Logo Bank BTN
Logo BTN mengambil pola segi enam. Pola ini mengambil bentuk sarang lebah, yang menyiratkan adanya kegiatan menabung pada masyarakat, sebagaimana halnya lebah yang selalu menyimpan madu perolehannya. Dengan lambang ini, BTN melaksanakan pembagunan nasional dengan mengerahkan dana masyarakat berbentuk tabungan, disamping itu pola ini menyiratkan "atap rumah" yang menjadi citra dan misi utama BTN, sebagai pelaksana KPR bagi masyarakat.
b) Lingkungan Interior
a. Ruang Teller
Gambar a.1 Ruang teller Bank BTN kantor cabang
Gambar a.2 ruang teller Bank BTN Kantor Pusat
Ruangan teller BTN juga memiliki ciri khas pada setiap meja teller yaitu menggunakan marmer berwanrna gelap dan terdapat pembatas antrian yang berfungsi agar nasabah dapat mengantri dengan tertib.
b. Ruang Customer Service
Gambar b.1 Ruang Customer service Bank BTN
Ruangan ini berfungsi untuk melayani nasabah yang ingin mengetahui informasi tentang produk dan jasa pada BTN. Seperti pembukaan tabungan, giro, deposito, dan lain-lain
c. Ruang Tunggu
Gambar c.1 Ruang tunggu nasabah Bank BTN
Ruang tunnggu merupakan pelayanan yang diberikan kepada nasabah yng ingin menggunakan jasa bank. Hal ini bertujuan agar nasabah tidak berdiri.
d. Bentuk Tangga rumah yang menyerupai bentuk tangga Bank BTN cabang Depok
Gambar d.1 Bentuk Tangga rumah yang menyerupai bentuk tangga Bank BTN cabang Depok.
2. Lingkungan Pendukung Perusahaan lain yang berwujud
Kartu Nama Perusahaan (bussines card)
Gambar 2.1 Kartu Nama Karyawan BTN
Kartu nama berguna sebagai pengenal dan identitas.
Halaman WEB
Gambar 2.2 Halaman Web BTN
Halaman Web in berguna untuk mempermudah nasabah dalam mendapatkan informasi, jadi nasabah tidak perlu datang langsung ke bank, dapat mengakses melalui internet.
Brosur, pamflet, dan buklet
Gambar 2.3 Pamflet BTN
Pamflet bertujuan untuk media promosi
Gambar 2.4 Booklet
Booklet bertujuan untuk media promosi
Gambar 2.5 Brosur BTN
Brosur bertujuan untuk media promosi
Seragam
Gambar 2.6 Seragam teller BTN
Gambar 2.7 Seragam teller BTN
Warna-warna pada seragam BTN memiliki sebuah arti. Warna kuning menggambarkan keagungan, bebes, dan hangat yang dapat menimbulkan rasa gembira dan merangsang urat saraf mata, warna biru menggambarkan sebuah ketenangan,ketentraman, dan kesejukan yang mengurangi tekaanan atau ketegangan dan berpengaruh pada pola berfikir dan konsentrasi.
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
Jumat, 08 Oktober 2010
Physical Evidance,
Bukti fisik merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pelanggan. Dengan penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik yang disediakan oleh perusahaan maka diharapkan akan dapat meningkatkan kepuasan dari para pelanggan yang menggunakan jasa dari perusahaan tersebut. Bukti fisik juga turut membuat service menjadi menarik konsumen dalam melakukan kegiatan transaksinya. Sebagai contohnya dapat dilihat dari tempat dimana jasa tersebut ditawarkan atau dengan kata lain kondisi fisik dimana jasa dipasarkan yaitu gedung serta lokasi.
Bukti fisik sangat penting untuk posisi dan memperkuat penampilan karena terhadap bukti fisik ini nasabah siap untuk mengidentifikasi dan membandingkannya dengan jasa lainnya, dan dengan penampilan yang bagus maka akan memeberi nilai tambah bagi perusahaan dan juga membuat para nasabah senang dan betah bila kondisi tempat perusahaan itu benar memberikan suasana yang nyaman.
Bukti fisik juga turut membuat services menjadi menarik nasabah dalam melakukan kegiatan transaksinya, sebagai contoh dapat di lihat dari tempat dimana jasa di pasarkan yaaitu gedung serta lokasi. Bila lokasi tempat jasa itu berada tidak menarik atau rusak, kotor, maka akan mengurangi nilai tambah dari jasa yang di tawarkan tadi.
Kemampuan lingkungan fisik dalam mempengaruhi perilaku dan dalam menciptakan penampilan jelas terlihat pada bisnis jasa seperti hotel, restaurant, rumah sakit, toko retail, kantor – kantor professional, dan bank.
Pada Bank Tabungan Negara telah memberikan fasilitas fisik berupa bukti berwujud maupun tidak berwujud dengan baik. Hal ini di aplikasikan dengan adanya fasilitas eksterior (signage, parkir,dan landscape),fasilitas interior ( signage dan layout) serta fasilitas pendukung perusahaan lainnya.seperti seragam, kartu nama, brosur, web,dan laporan keuangan. Ini semua dapat memberikan kenyamaanan dan kemudahan bagi karyawan dan nasabah dalam melakukan transaksi. Semua itu dilakukan oleh bank BTN untuk memeberikan pelayanan yang terbaik dalam mencapai kepusan pelanggan sehingga BTN dapat di kenal sebagai bank yang memiliki kredibilitas baik dalam pelayanan nasabah .
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
Bukti fisik sangat penting untuk posisi dan memperkuat penampilan karena terhadap bukti fisik ini nasabah siap untuk mengidentifikasi dan membandingkannya dengan jasa lainnya, dan dengan penampilan yang bagus maka akan memeberi nilai tambah bagi perusahaan dan juga membuat para nasabah senang dan betah bila kondisi tempat perusahaan itu benar memberikan suasana yang nyaman.
Bukti fisik juga turut membuat services menjadi menarik nasabah dalam melakukan kegiatan transaksinya, sebagai contoh dapat di lihat dari tempat dimana jasa di pasarkan yaaitu gedung serta lokasi. Bila lokasi tempat jasa itu berada tidak menarik atau rusak, kotor, maka akan mengurangi nilai tambah dari jasa yang di tawarkan tadi.
Kemampuan lingkungan fisik dalam mempengaruhi perilaku dan dalam menciptakan penampilan jelas terlihat pada bisnis jasa seperti hotel, restaurant, rumah sakit, toko retail, kantor – kantor professional, dan bank.
Pada Bank Tabungan Negara telah memberikan fasilitas fisik berupa bukti berwujud maupun tidak berwujud dengan baik. Hal ini di aplikasikan dengan adanya fasilitas eksterior (signage, parkir,dan landscape),fasilitas interior ( signage dan layout) serta fasilitas pendukung perusahaan lainnya.seperti seragam, kartu nama, brosur, web,dan laporan keuangan. Ini semua dapat memberikan kenyamaanan dan kemudahan bagi karyawan dan nasabah dalam melakukan transaksi. Semua itu dilakukan oleh bank BTN untuk memeberikan pelayanan yang terbaik dalam mencapai kepusan pelanggan sehingga BTN dapat di kenal sebagai bank yang memiliki kredibilitas baik dalam pelayanan nasabah .
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
UNSUR-UNSUR PHYSICAL EVIDENCE
Unsur-unsur ini sangat diperlukan dalam memajukan perusahaan, karena hal ini dapat mempengaruhi penilaian pelanggan terhadap jasa perusahaan. Unsur-unsur yang termasuk ke dalam physical evidence, antara lain :
1. Lingkungan Fisik (servicescapes)
Dalam sebuah operasi kerja diperlukan penyeleksian operator kerja yang memenuhi syarat sehat fisik dan psikologis serta memiliki skill yang menunjang, tetapi tanpa adanya lingkungan fisik kerja yang baik maka akan timbul berbagai masalah dalam operasi kerja.
Manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan,
dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan (interior), dan dapat juga dari luar perusahaan (eksterior). Hal-hal tersebut dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia. Lingkungan fisik dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Lingkungan Eksterior
Merupakan lingkungan atau penampilan luar dari sebuah perusahaan yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu dalam mendesain bagian luar perusahaan harus memperhatikan seperti :
Desain eksterior
Eksterior selalu dikaitkan dengan seni atau keindahan, dimana eksterior adalah cerminan awal dari pengunjung dalam beraktivitas pada sebuah bank. Eksterior memiliki peran yang sangat penting untuk menimbulkan kesan nyaman bagi pengunjung dalam beraktivitas.
Signage
Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).
Area parkir
Fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan dapat berupa taman parkir dan/atau gedung parkir. Penetapan lokasi dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum, dilakukan dengan memperhatikan rencana umum tata ruang daerah, keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan, dan kemudahan bagi pengguna jasa. Penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum dilakukan oleh pemerintah, badan hukum negara atau warga negara. Penyelenggara fasilitas parkir untuk umum dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
Landscape
Pemandangan terdiri dari fitur yang terlihat seperti luas tanah, termasuk elemen-elemen fisik seperti bentang alam, unsur-unsur hidup flora dan fauna, unsur-unsur abstrak seperti pencahayaan dan kondisi cuaca, dan unsur-unsur manusia seperti aktivitas manusia dan lingkungan binaan.
b. Lingkungan Interior
Merupakan penampilan di dalam sebuah perusahaan. Dalam merancang lingkungan interior harus dapat menampilkan suasana yang nyaman dan aman bagi pelanggan.
Fasilitas yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam antara lain :
Desain interior
Adalah profesi yang kreatif dan solusi - solusi teknis yang diterapkan dalam struktur yang dibangun untuk mencapai lingkungan interiornya. Desain di ciptkan sebagai respon terhadapdan terkoordinasi dengan kode dan persyaratan peraturan dan mendorong prinsip – prinsip lingkungan yang ada di dalam ruangan.
Peralatan
Adalah segala keperluaan yang digunakan manusia untuk mengubah lingkungan sekitar, termasuk dirinya dan orang lain, dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan prasarana. Oleh karena itu, peralatan merupakan hasil dari teknologi yang diciptakan manusia untuk membuat sesuatu, memakai dan memeliharanya untuk menopang dan mempermudah kebutuhan hidup manusia tersebut.
Perbekalan kantor merupakan sarana penting untuk menghasilkan pekerjaan kantor, tanpa ada perbekalan kantor tidak mungkin kantor menghasilkan sesuatu, karena pegawai kantor bekerja untuk mengolah bahan dengan sarana dan dengan peralatan kantor yang ada.
Signage
Adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).
Tata Ruang
Tata ruang mengacu pada cara-cara penyusunan mesin-mesin, peralatan, dan perabotan sesuai ukuran, bentuk dan fungsinya untuk memfasilitasi tercapainya tujuan pelanggan dan karyawan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam adalah semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja antara lain yaitu :
Penerangan (Lighting)
Berdasarkan penelitian, cahaya lampu yang tidak memadai akan berpengaruh negatif terhadap ketrampilan kerja. Dalam melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan penerangan yg cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan tersebut memiliki ketelitian. Penerangan atau cahaya lampu harus pula disesuaikan dengan ukuran ruangan kerja serta kondisi mata karyawan.
Penerangan memiliki manfaat yang sangat besar bagi karyawan yaitu untuk proses kelancaran kerja, karena penerangan atau cahaya yang kurang cukup terang dapat menggangu penglihatan karyawan menjadi tidak jelas pada saat bekerja. Sehinnga pekerjaan mereka akan menjadi terhambat, banyak mengalami kesalahan, serta menjadi kurang efisien didalam melaksanakan dan menjalankan pekerjaan-pekerjaaan tersebut pada akhirnya tujuan perusahaan yang diharapkan akan sulit untuk dicapai. Oleh sebab itu perlu dipaerhatikan adanya penerangan atau cahaya yang cukup terang dan tidak menyiilaukan mata.
Temperatur
Temperatur dan kelembaban dapat mempengaruhi semangat kerja kondisi fisik dan emosi yang dapat mempengaruhi motivasi kerja kerja karyawan. Temperature antara 73o F sampai 77o F cocok untuk ruang kerja dengan kelembaban antara 25% hingga 50%. Temperature yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosi karyawan.
Sirkulasi Udara
Jika kondisi didalam kantor yang kemungkinan penuh dengan karyawan sangatlah perlu diperhatikan adanya pertukaran udara yang cukup terutama didalam ruangan kerja. Karena adanya pertukaran udara yang cukup akan memberikan kesegaran fisik bagi karyawan. Sebaliknya kurangnya pertukaran udara akan menyebabkan turunnya semangat kerja karyawan,sehingga tidak ada motivasi didalam melakukan tugas dan pekerjaan mereka.
Kebisingan
Kebisingan yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena dengan adanya kebisingan maka konsentrasi dalam berkerja akan terganggu. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan mengalami banyak kesalahan atau rusak. Dalam jangka panjangnya bunyi tersebut dapat menggangu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dapat terjadi kesalahan dalam berkomunikasi dan akan berpengaruh pada emosi karyawan.
Bau-bauan
Adanya bau-bauan yang dipertimbangkan sebagai “polusi” akan dapat mengganggu konsentrasi pekerja. Temperatur dan kelembaban adalah dua factor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian air conditioning yang tepat adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang mengganggu sekitar tempat kerja.
Pewarnaan
Warna ruang kantor yang serasi dapat meningkatkan produksi, meningkatkan moral kerja dan menurunkan terjadinya kesalahan kerja. Penentuan warna dalam ruang kerja sangat mempengaruhi perilaku kerja. Oleh karena itu, pemilihan warna parlu disesuaikan dengan luas ukuran ruangan dan kondisi fisik ruang. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang – kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan manusia. Di bawah ini terdapat daftar beberapa warna yang dapt mempengaruhi perasaan manusia.
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
1. Lingkungan Fisik (servicescapes)
Dalam sebuah operasi kerja diperlukan penyeleksian operator kerja yang memenuhi syarat sehat fisik dan psikologis serta memiliki skill yang menunjang, tetapi tanpa adanya lingkungan fisik kerja yang baik maka akan timbul berbagai masalah dalam operasi kerja.
Manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan,
dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan (interior), dan dapat juga dari luar perusahaan (eksterior). Hal-hal tersebut dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia. Lingkungan fisik dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Lingkungan Eksterior
Merupakan lingkungan atau penampilan luar dari sebuah perusahaan yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu dalam mendesain bagian luar perusahaan harus memperhatikan seperti :
Desain eksterior
Eksterior selalu dikaitkan dengan seni atau keindahan, dimana eksterior adalah cerminan awal dari pengunjung dalam beraktivitas pada sebuah bank. Eksterior memiliki peran yang sangat penting untuk menimbulkan kesan nyaman bagi pengunjung dalam beraktivitas.
Signage
Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).
Area parkir
Fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan dapat berupa taman parkir dan/atau gedung parkir. Penetapan lokasi dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum, dilakukan dengan memperhatikan rencana umum tata ruang daerah, keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan, dan kemudahan bagi pengguna jasa. Penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum dilakukan oleh pemerintah, badan hukum negara atau warga negara. Penyelenggara fasilitas parkir untuk umum dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
Landscape
Pemandangan terdiri dari fitur yang terlihat seperti luas tanah, termasuk elemen-elemen fisik seperti bentang alam, unsur-unsur hidup flora dan fauna, unsur-unsur abstrak seperti pencahayaan dan kondisi cuaca, dan unsur-unsur manusia seperti aktivitas manusia dan lingkungan binaan.
b. Lingkungan Interior
Merupakan penampilan di dalam sebuah perusahaan. Dalam merancang lingkungan interior harus dapat menampilkan suasana yang nyaman dan aman bagi pelanggan.
Fasilitas yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam antara lain :
Desain interior
Adalah profesi yang kreatif dan solusi - solusi teknis yang diterapkan dalam struktur yang dibangun untuk mencapai lingkungan interiornya. Desain di ciptkan sebagai respon terhadapdan terkoordinasi dengan kode dan persyaratan peraturan dan mendorong prinsip – prinsip lingkungan yang ada di dalam ruangan.
Peralatan
Adalah segala keperluaan yang digunakan manusia untuk mengubah lingkungan sekitar, termasuk dirinya dan orang lain, dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan prasarana. Oleh karena itu, peralatan merupakan hasil dari teknologi yang diciptakan manusia untuk membuat sesuatu, memakai dan memeliharanya untuk menopang dan mempermudah kebutuhan hidup manusia tersebut.
Perbekalan kantor merupakan sarana penting untuk menghasilkan pekerjaan kantor, tanpa ada perbekalan kantor tidak mungkin kantor menghasilkan sesuatu, karena pegawai kantor bekerja untuk mengolah bahan dengan sarana dan dengan peralatan kantor yang ada.
Signage
Adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Signage adalah setiap jenis grafik visual dibuat untuk menampilkan informasi kepada khalayak tertentu. Ini biasanya diwujudkan dalam bentuk informasi jalan yang dicari ditempat-tempat seperti jalan-jalan atau di dalam/di luar bangunan. Tanda-tanda ini ditampilkan pada eksterior dan interior yang digunakan sebagai label (nama perusahaan, departemen, dll) untuk penunjuk arah (seperti pintu masuk) dan menyampaikan aturan-aturan perilaku (tidak merokok, anak-anak harus disertai orang dewasa).
Tata Ruang
Tata ruang mengacu pada cara-cara penyusunan mesin-mesin, peralatan, dan perabotan sesuai ukuran, bentuk dan fungsinya untuk memfasilitasi tercapainya tujuan pelanggan dan karyawan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan fisik yang berasal dari dalam adalah semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja antara lain yaitu :
Penerangan (Lighting)
Berdasarkan penelitian, cahaya lampu yang tidak memadai akan berpengaruh negatif terhadap ketrampilan kerja. Dalam melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan penerangan yg cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan tersebut memiliki ketelitian. Penerangan atau cahaya lampu harus pula disesuaikan dengan ukuran ruangan kerja serta kondisi mata karyawan.
Penerangan memiliki manfaat yang sangat besar bagi karyawan yaitu untuk proses kelancaran kerja, karena penerangan atau cahaya yang kurang cukup terang dapat menggangu penglihatan karyawan menjadi tidak jelas pada saat bekerja. Sehinnga pekerjaan mereka akan menjadi terhambat, banyak mengalami kesalahan, serta menjadi kurang efisien didalam melaksanakan dan menjalankan pekerjaan-pekerjaaan tersebut pada akhirnya tujuan perusahaan yang diharapkan akan sulit untuk dicapai. Oleh sebab itu perlu dipaerhatikan adanya penerangan atau cahaya yang cukup terang dan tidak menyiilaukan mata.
Temperatur
Temperatur dan kelembaban dapat mempengaruhi semangat kerja kondisi fisik dan emosi yang dapat mempengaruhi motivasi kerja kerja karyawan. Temperature antara 73o F sampai 77o F cocok untuk ruang kerja dengan kelembaban antara 25% hingga 50%. Temperature yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosi karyawan.
Sirkulasi Udara
Jika kondisi didalam kantor yang kemungkinan penuh dengan karyawan sangatlah perlu diperhatikan adanya pertukaran udara yang cukup terutama didalam ruangan kerja. Karena adanya pertukaran udara yang cukup akan memberikan kesegaran fisik bagi karyawan. Sebaliknya kurangnya pertukaran udara akan menyebabkan turunnya semangat kerja karyawan,sehingga tidak ada motivasi didalam melakukan tugas dan pekerjaan mereka.
Kebisingan
Kebisingan yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena dengan adanya kebisingan maka konsentrasi dalam berkerja akan terganggu. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan mengalami banyak kesalahan atau rusak. Dalam jangka panjangnya bunyi tersebut dapat menggangu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dapat terjadi kesalahan dalam berkomunikasi dan akan berpengaruh pada emosi karyawan.
Bau-bauan
Adanya bau-bauan yang dipertimbangkan sebagai “polusi” akan dapat mengganggu konsentrasi pekerja. Temperatur dan kelembaban adalah dua factor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian air conditioning yang tepat adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang mengganggu sekitar tempat kerja.
Pewarnaan
Warna ruang kantor yang serasi dapat meningkatkan produksi, meningkatkan moral kerja dan menurunkan terjadinya kesalahan kerja. Penentuan warna dalam ruang kerja sangat mempengaruhi perilaku kerja. Oleh karena itu, pemilihan warna parlu disesuaikan dengan luas ukuran ruangan dan kondisi fisik ruang. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang – kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan manusia. Di bawah ini terdapat daftar beberapa warna yang dapt mempengaruhi perasaan manusia.
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
PENGERTIAN PHYSICAL EVIDENCE
Lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang penting untuk mendukung jalannya proses pencapaian tujuan perusahaan. Jika keadaan lingkungan disekitar karyawan kurang baik maka hal tersebut akan membuat karyawan tidak dapat melaksanakan segala pekerjaan secara optimal. Lingkungan fisik merupakan bagian dari lingkungan kerja, namun lingkungan fisik hanya mencakup setiap hal dari fasilitas baik diluar maupun di dalam perusahaan.
Setiap badan usaha berusaha untuk menciptakan tampilan fisik yang baik di mata konsumen karena kesan konsumen terhadap suatu perusahaan akan mempunyai pengaruh yang penting bagi perusahaan tersebut. Dengan adanya penampillan fisik yang baik maka perusahaan tersebut akan mampu menarik lebih banyak konsumen. Hal tersebut sesuai dengan pengertian Physical Evidence yang akan dijabarkan lebih lanjut.
A. PENGERTIAN PHYSICAL EVIDENCE
Physical evidence atau kita kenal dengan kata lain “bukti fisik” ini yaitu merupakan suatu hal yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.
Berdasarkan penjabaran tersebut dapat di simpulkan bahwa Bukti fisik adalah struktur fisik dari sebuah perusahaan yang merupakan komponen utama dalam membentuk kesan sebuah perusahaan. Bukti fisik memiliki peranan penting untuk menarik minat konsumen agar datang ke suatu perusahaan dan melakukan pembelian.
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
Setiap badan usaha berusaha untuk menciptakan tampilan fisik yang baik di mata konsumen karena kesan konsumen terhadap suatu perusahaan akan mempunyai pengaruh yang penting bagi perusahaan tersebut. Dengan adanya penampillan fisik yang baik maka perusahaan tersebut akan mampu menarik lebih banyak konsumen. Hal tersebut sesuai dengan pengertian Physical Evidence yang akan dijabarkan lebih lanjut.
A. PENGERTIAN PHYSICAL EVIDENCE
Physical evidence atau kita kenal dengan kata lain “bukti fisik” ini yaitu merupakan suatu hal yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.
Berdasarkan penjabaran tersebut dapat di simpulkan bahwa Bukti fisik adalah struktur fisik dari sebuah perusahaan yang merupakan komponen utama dalam membentuk kesan sebuah perusahaan. Bukti fisik memiliki peranan penting untuk menarik minat konsumen agar datang ke suatu perusahaan dan melakukan pembelian.
http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html
Hasil kerja office boy
Pada suatu pagi, ketika saya memasuki ruangan di kantor, lho kok ruangan masih agak berantakan dengan gelas berisi sisa minuman kemarin malam, tempat sampah yang masih penuh dengan potongan kertas bekas dan meja yang penuh debu, ternyata hari itu office boy tidak masuk kerja karena sakit, segera saja saya bergegas untuk merapikan meja kerja dan mencuci gelas, barulah saya mulai bekerja seperti biasanya.
Keberadaan office boy yang biasa disebut juga OB sangatlah penting, walaupun menjadi OB bukanlah cita-cita yang didambakan oleh setiap orang. Di kantorku di masing-masing bagian mempunyai seorang OB yang bertugas mulai dari merapikan ruangan termasuk mengepel lantai, mendistribusikan internal memo ke bagian lain, sampai dengan mencuci segala peralatan makan dan bahkan masih pula diberi tugas tambahan untuk dimintakan tolong membeli makanan untuk makan siang para staff ataupun ke bank untuk mencairkan cek untuk petty cash masing-masing bagian dan aneka pekerjaan lainnya seperti menyiapkan minuman untuk peserta rapat.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menanyakan kepada seorang OB yang baru saja bergabung di bagianku, apa alasannya memilih pekerjaan sebagai OB, ternyata alasannya sederhana karena dalam kondisi saat ini di mana tingkat persaingan di dunia kerja yang cukup ketat dengan bermodalkan ijasah SMU dan sudah lama melamar pekerjaan di mana-mana tetapi belum ada hasilnya, makanya diterimalah posisi OB ini, dan katanya bekerja sebagai apa saja untuk sementara waktu daripada memberatkan beban orang tua dan setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran yang kian bertambah pada saat ini, dan kepada OB senior yang usianya cukup lanjut, ternyata alasannya betah bekerja di kantorku dan tidak mempunyai ketrampilan lain dan biarlah anak-anaknya kelak berprofesi lebih baik daripada sang ayah. Ternyata menjadi seorang OB, bukanlah sebuah profesi impian, walaupun keberadaan OB sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.
Untuk menambah penghasilan para OB, biasanya setiap orang yang meminta jasa OB untuk membelikan makanan siang, akan memberikan uang tip dan rata-rata para OB ini akan bekerja lembur sampai jam 19.00 atau lebih setiap harinya dan terkadang bila ada staff yang masuk pada hari Sabtu, mereka juga ikut masuk bekerja. Pada saat mendekati hari raya, biasanya para staff mengumpulkan dana untuk diberikan kepada para OB sebagai tanda terima kasih atas jasa OB selama ini.
Para OB di kantorku, secara total ada sekitar 20 orang, mereka cukup sangat kompak dengan sesama rekan OB, misalnya suatu hari ada salah seorang OB yang mendapat kecelakaan motor di jalan raya, secara suka rela para OB bergantian untuk menunggu OB yang sakit di rumah sakit, begitu pula jika ada salah satu dari mereka yang akan melangsungkan pernikahan, dengan sigap mereka saling membantu mulai dari mendistrisbusikan undangan pernikahan dan hingga menjadi panitia, dan secara berkala para OB beserta keluarganya suka mengadakan acara jalan-jalan bersama dengan meminta partisipasi dana dari para staff dan biasanya keesokan harinya para staff diberikan oleh-oleh berupa makanan ringan daerah setempat.
Secara struktur organisasi di kantorku, para OB ini bertanggung jawab pada bagian umum, tetapi secara harian bertanggung jawab pada bagian di mana OB ini ditempatkan, dan kita dapat juga mengajukan promosi untuk OB yang bekerja di bagian kita menjadi staff. Untuk OB yang ditempatkan di bagianku, biasanya OB ini dilatih oleh saya dan teman-teman untuk pekerjaan administrasi ringan seperti cara merapikan dan mencari file, mempelajari komputer seperti mengetik di Microsoft office word dan excel di waktu luang mereka dan rata-rata OB ini senang mendapat perhatian dan bimbingan dari para staff untuk kemajuan jenjang kariernya.
Ada salah seorang OB di bagianku melanjutkan kuliah malam setelah pulang bekerja, dan saat ini OB tersebut telah dipromosikan menjadi salah seorang staff di bagianku dan seorang OB lainnya yang tidak melanjutkan kuliah, tetapi cukup telatan dan rapi dalam mengatur file juga telah dipromosikan menjadi staff file. Untuk menggantikan OB yang telah dipromosikan, biasanya kita dapat meminta OB pengganti, yaitu dari bagian cleaning service yang dilatih untuk menjadi OB.
Penghasilan seorang OB biasanya sesuai dengan upah minimum propinsi, yang ditetapkan oleh pemerintah dan biasanya uang tip dan hasil kerja lemburnya yang cukup besar sehingga dengan penghasilannya para OB dapat mencicil rumah tinggal dan motor serta dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya beserta keluarga.
Walaupun terkadang keberadaan OB seringkali terlupakan dalam suatu struktur organisasi tetapi para OB memegang peranan yang penting sebagai bagian dari sebuah perusahaan, ketika saat OB tidak masuk bekerja, kita agak sedikit kerepotan untuk mengurus beberapa hal yang biasa dilakukan oleh OB.
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tolak-dilatih-oleh-trainer-israel-karyawan-perusahaan-dipecat.htm
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menanyakan kepada seorang OB yang baru saja bergabung di bagianku, apa alasannya memilih pekerjaan sebagai OB, ternyata alasannya sederhana karena dalam kondisi saat ini di mana tingkat persaingan di dunia kerja yang cukup ketat dengan bermodalkan ijasah SMU dan sudah lama melamar pekerjaan di mana-mana tetapi belum ada hasilnya, makanya diterimalah posisi OB ini, dan katanya bekerja sebagai apa saja untuk sementara waktu daripada memberatkan beban orang tua dan setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran yang kian bertambah pada saat ini, dan kepada OB senior yang usianya cukup lanjut, ternyata alasannya betah bekerja di kantorku dan tidak mempunyai ketrampilan lain dan biarlah anak-anaknya kelak berprofesi lebih baik daripada sang ayah. Ternyata menjadi seorang OB, bukanlah sebuah profesi impian, walaupun keberadaan OB sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.
Untuk menambah penghasilan para OB, biasanya setiap orang yang meminta jasa OB untuk membelikan makanan siang, akan memberikan uang tip dan rata-rata para OB ini akan bekerja lembur sampai jam 19.00 atau lebih setiap harinya dan terkadang bila ada staff yang masuk pada hari Sabtu, mereka juga ikut masuk bekerja. Pada saat mendekati hari raya, biasanya para staff mengumpulkan dana untuk diberikan kepada para OB sebagai tanda terima kasih atas jasa OB selama ini.
Para OB di kantorku, secara total ada sekitar 20 orang, mereka cukup sangat kompak dengan sesama rekan OB, misalnya suatu hari ada salah seorang OB yang mendapat kecelakaan motor di jalan raya, secara suka rela para OB bergantian untuk menunggu OB yang sakit di rumah sakit, begitu pula jika ada salah satu dari mereka yang akan melangsungkan pernikahan, dengan sigap mereka saling membantu mulai dari mendistrisbusikan undangan pernikahan dan hingga menjadi panitia, dan secara berkala para OB beserta keluarganya suka mengadakan acara jalan-jalan bersama dengan meminta partisipasi dana dari para staff dan biasanya keesokan harinya para staff diberikan oleh-oleh berupa makanan ringan daerah setempat.
Secara struktur organisasi di kantorku, para OB ini bertanggung jawab pada bagian umum, tetapi secara harian bertanggung jawab pada bagian di mana OB ini ditempatkan, dan kita dapat juga mengajukan promosi untuk OB yang bekerja di bagian kita menjadi staff. Untuk OB yang ditempatkan di bagianku, biasanya OB ini dilatih oleh saya dan teman-teman untuk pekerjaan administrasi ringan seperti cara merapikan dan mencari file, mempelajari komputer seperti mengetik di Microsoft office word dan excel di waktu luang mereka dan rata-rata OB ini senang mendapat perhatian dan bimbingan dari para staff untuk kemajuan jenjang kariernya.
Ada salah seorang OB di bagianku melanjutkan kuliah malam setelah pulang bekerja, dan saat ini OB tersebut telah dipromosikan menjadi salah seorang staff di bagianku dan seorang OB lainnya yang tidak melanjutkan kuliah, tetapi cukup telatan dan rapi dalam mengatur file juga telah dipromosikan menjadi staff file. Untuk menggantikan OB yang telah dipromosikan, biasanya kita dapat meminta OB pengganti, yaitu dari bagian cleaning service yang dilatih untuk menjadi OB.
Penghasilan seorang OB biasanya sesuai dengan upah minimum propinsi, yang ditetapkan oleh pemerintah dan biasanya uang tip dan hasil kerja lemburnya yang cukup besar sehingga dengan penghasilannya para OB dapat mencicil rumah tinggal dan motor serta dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya beserta keluarga.
Walaupun terkadang keberadaan OB seringkali terlupakan dalam suatu struktur organisasi tetapi para OB memegang peranan yang penting sebagai bagian dari sebuah perusahaan, ketika saat OB tidak masuk bekerja, kita agak sedikit kerepotan untuk mengurus beberapa hal yang biasa dilakukan oleh OB.
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tolak-dilatih-oleh-trainer-israel-karyawan-perusahaan-dipecat.htm
Tolak Dilatih Oleh Trainer Israel, Karyawan Perusahaan Dipecat
Sebuah perusahaan Maroko terpaksa harus memecat seorang karyawannya yang berprofesi sebagai insinyur di perusahaan itu, karena sang karyawan menolak untuk mendapat pelatihan dari seorang ahli teknik Yahudi Israel.
Harian di Maroko pada Kamis malam lalu mengutip laporan dari asosiasi teknisi nasional menyatakan bahwa insinyur teknik yang telah bekerja di perusahaan selama sepuluh tahun itu, dipecat dari pekerjaannya karena menolak untuk tunduk terhadap perintah perusahaan yang memanggil trainer seorang Yahudi Israel.
Kasus ini bermula ketika perusahaan mengumumkan niat mereka untuk mengadakan pelatihan terhadap para karyawan tekniknya dan lima insinyur telah ditetapkan untuk mendapat pelatihan, namun setelah mereka mendengar bahwa para insinyur itu telah mengumpulkan tanda tangan petisi berisi protes terhadap manajemen yang akan menghadirkan trainer seorang Yahudi Israel - pihak manajemen perusahaan kemudian memecat salah satu dari karyawan tersebut.
Ditempat terpisah, seorang wartawan Israel ditangkap oleh aparat keamanan Mesir karena telah membawa masuk obat-obat terlarang (narkoba) ke Mesir.
Wartawan Israel yang bekerja sebagai seorang jurnalis pada sebuah surat kabar terkenal di Tel Aviv yang bernama Sharon Dobian (31 tahun), tertangkap tangan membawa narkoba sewaktu dirinya sedang diperiksa di pos perlintasan Taba Mesir.
Atas tindakannya tersebut Sharon akan menerima hukuman tiga tahun penjara
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tolak-dilatih-oleh-trainer-israel-karyawan-perusahaan-dipecat.htm
Harian di Maroko pada Kamis malam lalu mengutip laporan dari asosiasi teknisi nasional menyatakan bahwa insinyur teknik yang telah bekerja di perusahaan selama sepuluh tahun itu, dipecat dari pekerjaannya karena menolak untuk tunduk terhadap perintah perusahaan yang memanggil trainer seorang Yahudi Israel.
Kasus ini bermula ketika perusahaan mengumumkan niat mereka untuk mengadakan pelatihan terhadap para karyawan tekniknya dan lima insinyur telah ditetapkan untuk mendapat pelatihan, namun setelah mereka mendengar bahwa para insinyur itu telah mengumpulkan tanda tangan petisi berisi protes terhadap manajemen yang akan menghadirkan trainer seorang Yahudi Israel - pihak manajemen perusahaan kemudian memecat salah satu dari karyawan tersebut.
Ditempat terpisah, seorang wartawan Israel ditangkap oleh aparat keamanan Mesir karena telah membawa masuk obat-obat terlarang (narkoba) ke Mesir.
Wartawan Israel yang bekerja sebagai seorang jurnalis pada sebuah surat kabar terkenal di Tel Aviv yang bernama Sharon Dobian (31 tahun), tertangkap tangan membawa narkoba sewaktu dirinya sedang diperiksa di pos perlintasan Taba Mesir.
Atas tindakannya tersebut Sharon akan menerima hukuman tiga tahun penjara
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tolak-dilatih-oleh-trainer-israel-karyawan-perusahaan-dipecat.htm
Manajemen kedisiplinan karyawan
Kasus berikut ini tidak jarang ditemukan dalam perusahaan. Katakanlah ada seorang manajer dari sebuah perusahaan suatu ketika sempat memperhatikan seorang karyawan yang ditempatkan pada posisi menentukan. Pengamatan pihak manajemen selama ini menunjukkan bahwa karyawan tersebut tidak mau bekerja sama pada waktu usaha ekstra diperlukan, segan menjadi sukarelawan untuk melakukan pekerjaan lembur, datang terlambat, memperpanjang waktu istirahat, terus menerus mengeluh dan tidak mau mematuhi instruksi.
Gejala yang sedang dialami karyawan tersebut tentunya membuat manajemen kecewa. Yang pertama dipertanyakan adalah apa yang akan dilakukan terhadap karyawan yang berperilaku seperti itu. Kalau dilakukan tindakan tegas, misalnya merumahkan, namun manajer akan kesulitan menemukan gantinya. Mengapa demikian? Karena karyawan bersangkutan memiliki keterampilan yang tidak banyak orang lain miliki. Ketrampilannya sangat unik dan keunggulannya sangat potensial di atas stanadar perusahaan. Jadi apakah manajer akan membiarkannya dengan resiko suasana kerja kurang nyaman atau sebaiknya manajer mencari penggantinya. Yakni dengan melatih karyawan lain dan atau mencari karyawan baru dengan persyaratan insentif tertentu. Di sisi lain perlu diupayakan bagaimana caranya agar perilaku karyawan yang “bandel tapi trampil” itu tidak ditiru oleh karyawan lainnya.
Kasus berikutnya juga sering membuat pihak manajemen bingung dalam mengambil tindakan kepada karyawan tertentu yang menyangkut kedisiplinan kerja. Dari hasil pengamatannya diperoleh kesimpulan ada hubungan positif antara motivasi kerja karyawan dengan tingkat kedisiplinannya untuk masuk kerja. Makin tinggi motivasi makin tinggi pula derajad kedisiplinan karyawan. Begitu pula didapatkan ada hubungan positif antara kedisiplinan kerja dengan derajad kerja keras karyawan.
Hasil pengamatan ini seharusnya menggembirakan manajer namun kenyataannya tidak demikian. Ternyata dari temuan aspek lainnya tidak terdapat hubungan positif antara kerja keras dengan mutu kerja. Padahal manajemen kompensasi sudah sangat memuaskan karyawan. Sementara suasana kehidupan kerja di perusahaan ini juga tergolong kondusif. Dengan demikian tampak kerja keras disertai etika kedisiplinan dari karyawan tidak menjamin akan menentukan mutu kerja yang dihasilkannya. Berarti pula masih ada faktor lain yang berhubungan dengan mutu kerja. Nah setelah dilakukan pengamatan mendalam oleh manajer itu ternyata karyawan bersangkutan hanya sebatas kerja keras dan disiplin tinggi tetapi tidak bekerja secara cerdas. Kinerjanya biasa-biasa saja bahkan cenderung di bawah standar perusahaan.
Kasus yang menimpa beberapa karyawan yang menyangkut kedisiplinan di satu sisi dan sisi lain tentang kinerja mendorong pihak manajemen untuk menerapkan manajemen kedisiplinan karyawan yang efektif. Derajad kasus pertama relatif lebih rumit ketimbang kasus kedua. Kasus pertama lebih pada aspek kepribadian sedang pada kasus kedua lebih pada kemampuan atau ketrampilan. Mengatasi masalah kepribadiaan membutuhkan pendakatan dan waktu yang lebih intensif. Pasalnya mengidentifikasi masalah kepribadian seseorang sifatnya lebih kompleks ketimbang hanya masalah lemahnya ketrampilan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakdisiplinan, misalnya, dapat berupa faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik dari yang bersangkutan. Sementara tingkat ketrampilan lebih ditentukan oleh faktor intrinsik bersangkutan. Kalau karyawan pada kasus kedua dapat diatasi dengan pelatihan dan pengembangan. Sedang karyawan pada kasus pertama selain pelatihan tentang kepribadian juga perlu bimbingan-bimbingan kepribadian secara intensif. Intinya adalah bagaimana talenta yang dimiliki karyawan bersangkutan dapat diubah dari kemampuan bekerja sendiri menjadi talenta yang berkemampuan bekerja dalam suatu tim yang kompak dengan tingkat kedisiplinan tinggi.
Karena itu dalam menerapkan manajemen kedisiplinan karyawan yang efektif maka perusahaan harus memiliki suatu perencanaan pengembangan kedisipilinan yang terarah. Yakni mulai dari langkah mengidentifikasi tipologi ketidakdisiplinan kerja dan masalahnya, menganalisis faktor-faktor penyebab timbulnya ketidakdisiplinan, pembuktian di lapangan, perencanaan operasional pengembangan kedisiplinan kerja, implementasi rencana pendisiplinan kerja termasuk proses pengendaliannya, dan pengembangan umpan balik program pendisiplinan, serta evaluasi sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program pendisiplinan kerja karyawan.
http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/05/manajemen-kedisiplinan-karyawan/
Langganan:
Postingan (Atom)